Senin, 30 April 2018

5 Kebiasaan bersih tapi sebenarnya buruk untuk kesehatan


Menjaga kebersihan tubuh sudah seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Karena kebersihan jalan menuju sehat.

Tapi ada kebiasaan bersih ternyata berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut rangkumannya dikutip dari berbagai sumber.

1. Mengunakan hand sanitizer


Mencuci tangan dengan hand sanitizer salah satu cara untuk menjaga kebersihan tangan. Namun ternyata hal ini mempunyai dampak buruk pada kesehatan.

Senyawa seperti triclosan, bisphenol A, alkohol, dan zat pembersih lain pada hand sanitizer berisiko meningkatkan resisitensi bakteri, memengaruhi hormon, dan membuat kulit tangan menjadi lebih kering. Sebaiknya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir pun sudah cukup bersih.

2. Pakai pembersih vagina


Bagi para wanita yang biasa membersihkan vagina dengan sabun sirih atau sabun kewanitaan lainnya hendaknya mulai sekarang tak perlu lagi. Karena saat memakai sabun kewanitaan, zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya akan mengganggu keseimbangan pH vagina dengan mematikan koloni bakteri baik di dalamnya.

Hal ini kemudian meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri maupun infeksi jamur vagina.

3. Langsung sikat gigi setelah makan


Banyak orang langsung menyikat gigi setelah makan. Padahal kebiasaan ini tidak dianjurkan karena mempunyai efek buruk bagi kesehatan. Setelah makanan masuk ke dalam mulut dan dilumatkan oleh liur, makanan tersebut akan menghasilkan asam, salah satunya asam sitrat.

Asam yang masih menempel di gigi itu bakal terserap ke dalam email gigi ketika menggosok gigi tepat setelah makan, dan kemudian mengikisnya dari dalam. Email yang terkikis karena asam akan membuat dentin menjadi semakin lemah. Akibatnya, gigi akan jadi lebih sensitif, menipis, dan mudah terasa ngilu.

4. Bersihkan telinga pakai cotton bud


Membersihkan telinga menggunakan cotton bud telah menjadi kebiasaan setiap orang. Padahal kebiasaan ini sangat keliru, karena sebenarnya ketika membersihkan itu secara langsung kita juga mendorong dan memadatkan sisa kotoran telinga semakin masuk jauh ke dalam.

Semakin sering pakai cotton bud, semakin banyak kotoran yang terdorong dan akhirnya mengeras menyumbat liang telinga. Kondisi ini disebut impaksi serumen, yang dapat berujung pada gangguan pendengaran. Impaksi serumen kadang dapat pula menimbulkan rasa sakit dan tertekan di telinga, hingga sensasi berdengung.

5. Mandi atau berendam air panas terlalu lama


Terlalu lama mandi atau berendam air hangat dapat merontokkan minyak alami yang ada di permukaan kulit. Akibatnya, kulit pun mengering dan rentan bermasalah. Jika tetap ingin mandi air hangat, atur dulu suhunya agar tidak terlalu panas dan usahakan jangan terlalu lama.

Bagi orang dewasa, batas aman yang direkomendasikan untuk mandi air hangat tanpa menyebabkan kerusakan kulit adalah sekitar 41-42 derajat Celsius dan tidak lebih dari 10 menit.

0 komentar:

Posting Komentar