Jumat, 13 April 2018

Alibaba Group investasi Rp 200 triliun demi bangun jaringan logistik pintar


Alibaba Group rupanya tak ingin main-main dalam mengelola portfolio bisnis logistiknya. Belakangan ini, perusahaan yang didirikan Jack Ma ini dikabarkan akan berinvestasi untuk membangun kekuatan teknis jaringan logistik pintar.

Tak tanggung-tanggung, pendiri sekaligus Executive Chairman Alibaba Group itu, menggelontorkan Rp 200 triliun demi investasi jaringan logistic pintar itu.

"Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan efisiensi logistik, serta menurunkan biaya logistik secara signifikan," ucap Ma dalam keterangannya.

Dikatakan Ma, langkah investasi untuk logistik pintar ini bakal menekan biaya hingga kurang dari 5 persen dari sekitar 15 persen produk domestic bruto Tiongkok saat ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan margin untuk industri manufaktur dan sektor logistik. Jaringan logistik ini juga bertujuan untuk mendorong pengiriman ke seluruh dunia dalam waktu 72 jam.

Selama lebih dari lima tahun sejak didirikan, Cainiao Network yang merupakan afiliasi logistik Alibaba Group, telah menyaksikan perkembangan industri logistik yang semakin cerdas, sebagai hasil dari usaha bersama Cainiao dengan mitra-mitranya.

Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi terbuka, Cainiao telah mengurangi waktu pengiriman lintas batas dari rata-rata 70 hari sampai kurang dari 10 hari untuk beberapa negara.

Saat ini, ada satu juta paket B2C (Business to Customer) yang melalui bea cukai setiap harinya. Di dalam negara Tiongkok sendiri, pengiriman di hari yang sama dan pengiriman di hari selanjutnya mencakup 1500 kabupaten dan distrik.

"Jaringan logistik ini tidak hanya untuk negara Tiongkok, tapi untuk seluruh dunia. Kami akan berkerja sama dengan mitra-mitra kami untuk mewujudkan rencana ini dan memberikan manfaat untuk semua orang," kata Ma.

"Karena industri ini akan semakin didukung dengan teknologi, Cainiao bertujuan untuk menjadi otak dari industri logistik. Sejak hari pertama kelahirannya, misi Cainiao bukan untuk mengirimkan barang, tapi untuk membantu perusahaan pengiriman untuk mengirimkan produk dengan membangun jaringan yang menghubungkan semua elemen logistik dan menghubungkan setiap pengantar barang, setiap gudang, setiap pusat logistik, dan setiap rumah," tambahnya.

Industri logistik Tiongkok telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir dan mencapai posisi baru. Ma mencatat industri logistik ini telah hadir sebelum orang berbelanja secara elektronik.

Namun, sekarang industri ini mengirimkan 130 juta paket dari transaksi e-dagang setiap harinya. Sementara itu, ada lima juta orang bekerja di perusahaan kurir dan pengiriman makanan di Tiongkok, dan terdapat tujuh perusahaan logistik telah menjadi perusahaan terbuka.

Dengan laju perubahan tersebut, bukan tidak mungkin bahwa penanganan pengiriman di puncak Festival Belanja 11.11 Alibaba akan menjadi rata-rata penanganan harian pada satu dekade mendatang.

"Hari ini, industri logistik bisa memproses 100 juta paket dalam sehari. Pada masa yang akan datang, kita akan memproses satu miliar paket dalam sehari. Industri logistik perlu mempersiapkan diri dengan infrastruktur yang kuat untuk menghadapi kondisi seperti ini," jelasnya.

0 komentar:

Posting Komentar