Minggu, 27 Oktober 2019

Promosi Wonderful Indonesia Digas Dubes Tantowi di Pasific Exposition 2019


Keseriusan Presiden Jokowi untuk meraup devisa lewat pariwisata langsung direspon Dubes RI untuk Selandia Baru, Tonga dan Samoa, Tantowi Yahya. Saat diminta waktu wawancara salah satu media besar nasional, Tantowi dengan spontan menggiring wawancara ke booth Wonderful Indonesia.

"Saya pinjam booth Wonderful Indonesia ya Bu Titik," ucap Dubes Tantowi kepada Kabid Area IV Regional IV Kemenpar Titik Lestari.

Lantas mengapa Dubes Tantowi samoai ngotot menggiring wawancara ke booth Wonderdul Indonesia?

"Alasan pertama, boothnya Indonesia Banget. Ada replika kapal Phinisi, penari-penarj dengan pakaian adat Indonesia, juga tulisan besar Indonesia berwarna merah," tutur Dubes Tantowi.

Yang kedua, mantan MC ternama Indonesia itu ingin mempromosikan pariwisata Indonesia. Dia ingin mengangkat brand Wonderful Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

"Ide pak Menteri Pariwisata kemarin kan bagus banget. Menjadikan Pasific sebagai One Destination seperti ASEAN. Kalau ini jalan, pasti akan bagus sekali," ucapnya.

Potensinya? Bisa cukup besar. Maklum, ada 20 negara yang ikut hadir di Pasific Exposition 2019.

Adapun ke-20 negara itu adalah Australia, Cook Island, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, New Zealand, Niue, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Islands, Timor Leste, Tuvalu, Vanuatu, New Caledonia.

"Indonesia adalah bagian dari Pasifik. Posisi Indonesia secara geografis menghadap ke laut Pasifik. Kita punya lima provinsi yang menghadap ke pasifik, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Timor Barat atau NTT," paparnya.

"Dan kebetulan, negara-negara di Pasifik memiliki planning yang sama, menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi andalan negaranya," timpal Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Menpar Arief Yahya ikut semangat melihat starting awal yang langsung gigi lima dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Dia yakin, Wonderful Indonesia bakal lebih tajam menghujam di benak masyarakat Pasifik. Inilah yang kami sebut Indonesia Incorporated, kompak di semua lini, untuk membangun pariwisata Indonesia, ungkap Menpar Arief Yahya.

komitmen CEO atau orang nomor satunya sudah solid, maka semua akan berjalan lebih kencang. Target 20 juta di tahun 2019 itu bukan lagi angan dan mimpi, tetapi benar-benar di depan mata. Terima kasih Pak Dubes, Salam Wonderful Indonesia, ucapnya.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Manfaatkan Festival Sandalwood 2019, TA/TO Rilis Paket Wisata


Pelaksanaan Festival Sandalwood 2019, dimanfaatkan sejumlah travel agent/tour operator untuk menjual paket wisata. Targetnya adalah wisatawan mancanegara. Yang menjadi penawaran adalah eksotisnya alam Sumba. Wisatawan juga akan dikenalkan dengan budaya Sumba.

"Festival Sandalwood 2019 memiliki nilai yang besar. Penawaran atraksi budaya melalui tenun dan Kuda Sandalwood tentu sangat menarik. Konsepnya unik. Daya tarik tersebut pun diperkuat dengan beragam paket wisata lain. Harganya kompetitif," ungkap Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono.

Ada banyak TA/TO yang memanfaatkan momentum ini. Salah satunya, Escape to Sumba. Mereka menawarkan beberapa paket menarik. Penawaran mereka direspons wisatawan Australia, Italia, dan Bali.

Paket yang dipilih beragam. Wisatawan Australia merespon paket Escape to Sumba 4D3N. Paket tersebut dibanderol Rp3,5 Juta per pax.

Untuk wisatawan Italia, paket wisata yang diambil Escape to Sumba 7D6N. Banderol paketnya adalah Rp6,7 Juta per pax. Paket tersebut memungkinkan wisatawan memilih hotel di kota atau pantai.

Owner Escape to Sumba Norce Sattu mengatakan, paket wisata yang ditawarkan berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Wisatawan juga memiliki kesempatan mengeksplorasi beragam destinasi.

"Pergerakan wisman bagus di event ini. Ada banyak TA/TO yang membawa wisman. Untuk wisatawan yang kami bawa, mereka tertarik dengan Festival Sandalwood. Paket wisatanya dibuat khusus sehingga wisatawan nyaman menikmati eventnya. Selain ke sini, mereka tetap mengunjungi berbagai destinasi di Sumba. Secara umum, paket wisata yang kami tawarkan hingga Desember 2019," kata Norce.

Escape to Sumba juga menawarkan beragam paket wisata reguler. Seperti paket 3D2N yang dibanderol Rp2,65 Juta per 2 pax. Untuk 1 pax dihargai Rp1,9 Juta. Dengan paket ini, wisatawan pun bisa menikmati berbagai destinasi di Sumba Timur. Destinasinya seperti, Pantai Walakiri, Tanarara, Moringga, Air Terjun Tangedu, dan Pantai Puru Kambera.

Wisatawan juga bisa mengeksplorasi destinasi Sumba Barat Daya. Spotnya, Lapopu, Weekuri, Prai Ijing, Mandorak, Ratenggaro, atau Mbawana.

Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty menerangkan, event yang digelar mampu menaikan daya tawar paket wisata TA/TO kepada pasar.

"Keberadaan event memang jadi daya tarik. Daya tawar TA/TO naik karena ada value lainnya yang bisa dinikmati para wisatawan. Experience para wisatawan pun menjadi semakin beragam. Satu sisi, harga yang ditawarkan kompetitif. Yang jelas, kami gembira karena industri pariwisata mendapatkan value secara ekonomi dari Festival Sandalwood 2019," terang Esthy.

Escape to Sumba juga memiliki paket 5D4N. Banderolnya sekitar Rp4,2 per pax. Namun, slot paket ini minimal harus diisi oleh 5 orang. Sama seperti lainnya, paket 5D4N juga memberi space lebar wisatawan menikmati beragam destinasi di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya. Seluruh banderol paket wisata sudah termasuk hotel, makan, air mineral, tiket masuk, dan kelapa muda.

"Penyelenggaraan event memang memberi keuntungan bagi industri pariwisata dan masyarakat. Sebab, arus wisatawan positif. Dari situ, ada banyak keuntungan. Untuk itu, industri pariwisata harus tetap berpikir kreatif untuk menghasilkan konten menarik bagi wisatawan," papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

Treatment unik diberikan Escape to Sumba. Wisatawan akan diajak menikmati program sosial budaya melalui kelas mengajar. Wisatawan memiliki kesempatan lebih dekat dengan masyarakat lokal melalui transformasi sedikit keahliannya. Beberapa kemasannya, seperti English Goes to Kampung. Program ini digulirkan di Lapale dan Malolo di Sumba Timur.

Wisatawan juga diajak menikmati aktivitas English Goes to Kampung di Sumba Barat. Wilayahnya ada di Preijing dan Watukarere. Experience tambahan kabarnya mendapat respon positif dari wisatawan.

Bila tertarik silahkan hubungi nomor +6281338730013 dan +6282235660001. Market paket wisata Escape to Sumba secara umum didominasi Belgia, Prancis, Italia, dan Australia.

"Paket-paket wisata menarik selalu ditawarkan kepada wisatawan. Industri pariwisata di Sumba sangat paham bagaimana memberikan experience berbeda. Alam dan budaya mereka itu secara umum sangat eksotis. Apalagi, harga paket dan kemasannya sangat unik," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Rabu, 23 Oktober 2019

Hebat, Indonesia Masuk Nominasi PATA Award 2019 di Prancis


PATA France akan memberikan penghargaan pertamanya tahun ini. Penghargaan itu untuk promosi terbaik wilayah Asia-Pasifik. Indonesia masuk dalam finalis nominasi kategori destinasi bersama Australia dan Jepang.

PATA Awards Prancis akan diadakan pada 12 September 2019 nanti. Ada 30 kandidat bersaing dalam enam kategori berbeda. Yakni destination (tourist office), tour operator, distribution network, hotel group, airline, dan cruise line.

Asosiasi yang diketuai oleh Sandrine Ledru (Article Onze Tourisme) dan Guillaume Linton (Asia VOYAGES) ini telah mengumpulkan para juri pada hari Selasa, 9 Juli 2019. Juri terdiri dari Cline Eymery (TourMaG.com), Marie Allantaz (ESCAET), Christine Giraud (Femmes du Tourisme), Jean-Pierre Mas (Les Entreprises du Voyage), Jean-Pierre Sauvage (BAR France), dan Herv Tilmont (SETO - Syndicat des entreprises du tour-operating).

"Para kandidat memainkan peranannya. Kami tidak membatasi diri hanya kepada anggota PATA saja. Penghargaan ini akan menjadi sorotan destinasi-destinasi Asia Pasifik. Di saat yang sama juga menjadi dinamika dan potensi pasar Prancis. jelas Guillaume Linton.

Tiga finalis dari masing-masing kategori antara lain, kategori Destinations (Australia, Indonesia dan Jepang), kategori Hotel Groups (Four Seasons, Jumeirah Hotels & Resorts, dan Shangri-La Resorts), kategori Tour Operators (Asia, FTI Voyages, dan Kuoni).

Sementara, kategori Airlines (Air Astana, Emirates, dan Finnair), Kategori Cruise Line (MSC, Ponant, dan Star Clippers), dan kategori Distribution Network (Leclerc Voyages, Havas Voyages, dan Selectour)

VITO Prancis merasa Indonesia bisa masuk finalis dalam 3 besar yang diseleksi di antara 18 negara di Prancis. Ini menunjukkan semua kerja keras Indonesia dalam mempromosikan Indonesia di Prancis membawa hasil dan dihargai oleh tourism partners di Prancis.

"Finalis PATA Awards harus memberikan presentasi selama 5 menit di depan 10 juri tanggal 12 September 2019, dan pemenang akan diumumkan setelah penjurian. Kita harapkan Indonesia bisa menjadi pemenang, untuk membuat nama Indonesia semakin harum di Prancis," ujar Kepala VITO France, Eka Moncarre.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, menilai nominasi dari PATA Award France akan menaikkan gengsi Wonderful Indonesia di Eropa.

"Kita sedang serius menggarap pasar Eropa. Termasuk juga Prancis. Menjadi nominasi di PATA Award menjadi sinyal positif atas eksistensi Wonderful Indonesia di Eropa, khususnya Prancis. Kita tentu berharap bisa membawa pulang penghargaan, karena akan menjadi nilai lebih buat kita," tutur Nia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, nominasi tersebut menunjukkan daya saing pariwisata Indonesia semakin diperhitungkan di level global.

"Memenangan ini akan menjadi momentum yang sangat baik untuk memacu kinerja kita mencapai target 20 juta wisman pada tahun 2019," ujar Menpar Arief Yahya.

Mengapa award menjadi penting? Menurut Menpar Arief Yahya, award begitu penting karena tiga alasan yang biasa dia sebut 3C. Yakni Confidence, Credibility, dan Calibration.

"Confidence. Award akan menaikkan tingkat kepercayaan (confidence level) kita. Penghargaan pada dasarnya adalah sebuah legitimasi atau pengakuan. Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence kita akan naik," jelas Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi ini juga memaparkan terkait Credibility. Dikatakannya, jika dikomunikasikan dengan baik, award yang diperoleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk image.

"Kita tidak perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang kita miliki. Orang lainlah yang menyatakannya. Nigel Botterill pemenang BT Entrepreneur Award menyatakan It provides instant credibility! People will remember long after the award is presented," ungkapnya.

Pria peraih Marketer of The Years 2016 ini menambahkan, membentuk persepsi melalui positive referal seperti ini sangat efektif. Dan tentunya harus diikuti dengan kinerja yang baik pula.

"Sementara Calibration penjelasannya begini. Sebuah penghargaan juga bermanfaat untuk menera apakah yang kita lakukan sudah benar sekaligus mengetahui posisi kita dibandingkan dengan yang lain," papar Menpar Arief Yahya.

"Menera berarti melakukan pengukuran apakah yang kita lakukan sudah ada dalam track yang benar atau tidak. Dan pengukuran ini menjadi penting, karena bila tak bisa mengukur, maka kita tidak bisa mengelola. If you cannot measure, you cannot manage," sambungnya.

Rabu, 16 Oktober 2019

Ibu Hamil Menderita Kanker, Bayi Bisa Lahir dalam Kondisi Baik-Baik Saja


Pada seorang ibu hamil, tetap terdapat potensi munculnya kanker. Perlu pemeriksaan rutin untuk mencegah perkembangan penyakit ini. Munculnya kanker saat kehamilan ini sering membuat seseorang bertanya-tanya apakah bisa meningkatkan bahaya bagi ibu dan bayi.

Menurut Konsultan Hemato Onkologi Medik Rumah Sakit EMC Tangerang, Maringan DL Tobing, kondisi tersebut sesungguhnya tergantung dari temuan kanker itu sendiri.

Contohnya adalah kanker serviks. Apabila kanker tersebut bisa dideteksi di awal, penyakit itu masih bisa diatasi.

"Tetapi kalau stadiumnya sudah lanjut, bisa kita lahirkan bayinya, tapi semoga bisa terselamatkan," kata Maringan ketika ditemui Health Liputan6.com.

Sementara pada bayi, bahaya kanker serviks saat kehamilan sesungguhnya tidak terlalu signifikan.

"Banyak kasus-kasus dilahirkan, bayinya tidak masalah," ungkapnya. Maringan mengatakan, pada ibu hamil, penyakit yang terkait langsung adalah infeksi.

Kanker payudara juga bisa terjadi di saat kehamilan. Dokter spesialis bedah onkologi RS EMC Tangerang, Pramudji Abdulgani mengatakan, belum diketahui apa penyebab munculnya penyaki tersebut.

"Kalau ibu hamil bisa saja diobati, tergantung trimester ke berapa kehamilannya. Bisa saja operasi, tergantung stadiumnya juga," kata Pramudji.

Apabila tumor memungkinkan untuk operasi, benda itu akan diangkat terlebih dulu untuk kemudian dilakukan pengobatan tambahan. Namun, apabila tidak bisa, kemoterapi boleh dilakukan saat kehamilan di masa trimester kedua.

Pada proses kemoterapi, dokter biasanya bakal memberikan obat-obatan yang aman bagi kehamilan. Salah satunya adalah proses bedah onkologi yang relatif tidak membahayakan kehamilan dibanding kemoterapi.

Minggu, 13 Oktober 2019

Steven & Coconut Treez Hadir di Edisi 2 Festival Crossborder Sota 2019


Festival Crossborder Sota 2019 akan bergulir kembali. Di edisi ke-2 ini, perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) akan dihentak irama reggae. Sebagai bintang tamu, Kementerian Pariwisata menghadirkan Steven & Coconut Treez.

Edisi 2 Festival Crossborder Sota 2019 digelar 28-30 Juni. Lokasinya di Lapangan Pattimura, Sota, Merauke, Papua. Selain Steven & Coconut Treez, tampil juga Blasta Rap Family dan The Bremers.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, dalam edisi kedua ini event tetap disajikan meriah.

Kami ingin tampilkan sisi menarik lainnya dari Festival Crossborder Sota. Untuk itu, Steven & Coconut Treez dihadirkan di Sota, Merauke. Kehadiran mereka pasti akan membuat pesta di perbatasan menjadi lebih meriah lagi. Sebab, fans penikmat musik reggae di perbatasan sangat besar, ungkap Ricky.

Sama seperti wilayah Papua lainnya, publik Merauke dan Papua Nugini juga menyukai genre reggae.

Bergabungnya Steven & Coconut Treez adalah menjadi momentum terbaik. Untuk itu, kesempatan langka ini jangan sampai dilewatkan. Pastikan akhir bulan ini semua datang ke Sota untuk bergembira bersama. Bagi masyarakat Papua New Guinea silahkan datang. Ini adalah undangan terbuka bagi semua, terang Ricky.

Kehadiran Steven & Coconut Treez bisa menjadi magnet kuat. Secara band ini memiliki Steven & Coconut Treez memang luar biasa. Steven Kaligis dkk terkenal piawai merangkai nada dan lirik. Buktinya, album perdana langsung meledak di pasaran pada 2005. Melalui album The Other Side, mereka sukses mengorbitkan lagu Welcome To My Paradise.

Melalui lagu ini, Steven & Coconut Treez bahkan dianggap mampu membangkitkan lagi gairah industri musik reggae di tanah air.

Steven & Coconut Treez selalu membawa kesegaran. Ada spirit baru yang selalu disampaikan dalam setiap penampilannya. Kami yakin, kehadirannya akan membangkitkan semangat baru. Semangat untuk terus berkarya dan produktif di perbatasan. Dengan begitu, perekonomian di perbatasan atas positif dan Nawacita Presiden Joko Widodo akan tercapai, tegas Ricky lagi.

Selain live music, Festival Crossborder Sota 2019 jilid 2 tetap menjadi media konservasi budaya adilihung masyarakat Merauke. Beragam Tarian Tradisional tetap akan ditampilkan secara epic. Ada juga tradisi barter melalui konten Trading Pit yang kembali di release. Event juga tetap menawarkan Bazaar, Pameran Kerajinan dan UMKM, hingga Marching Band.

Festival Crossborder Sota selalu menarik untuk dikunjungi. Selalu ada kesan kuat dari penyelenggaraan dan para penampilnya. Semua tentu menjadi experience yang luar biasa. Warna modern dan tradisi dari leluhur pun diramu menjadi atraksi menarik. Potensi ini didukung dengan aksesibilitas dan amenitas di Merauke yang sangat bagus, tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN tersebut.