Jumat, 01 Februari 2019

Tipe-tipe Speedometer Motor yang Wajib Kamu Tahu!

sumber : Shopee.com
Sebagai mode transportasi paling mudah, murah, dan praktis, sepeda motor kini menjamur di mana-mana. Jutaan orang Indonesia telah menggunakan sepeda motor dan beralih dari transportasi umum. Motor memang lebih praktis dan efisien waktu dibanding mobil yang badannya besar. Motor bisa masuk gang-gang sempit, melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan, tidak memakan banyak tempat parkir, irit bahan bakar, dan yang pasti harga beli dan purna jualnya masih tinggi.
Salah satu bagian dari sepeda motor adalah speedometer, alat pengukur kecepatan standar yang ada di bagian depan motor. Secara umum speedometer motor bukanlah sesuatu yang terlalu rumit untuk dipelajari. Ini adalah teknologi yang mengukur kecepatan kendaraan darat dengan kabel yang menghubungkan antara indikator dengan alat khusus di roda depan. Beberapa sepeda motor memiliki speedometer elektronik yang membutuhkan kalibrasi dan perbaikan oleh teknisi terlatih.
Ada tiga jenis speedometer yang perlu Anda ketahui.

Speedometer analog

Jenis speedometer ini biasanya bekerja dengan menggunakan kabel baja yang terlapisi dan mentransmisikan gerakan rotasi dari beberapa bagian seluler yang mengalami perputaran ketika kecepatan bertambah atau berkurang.

Speedometer ‘Analog-Digital’

Speedometer ini disebut ‘analog-digital’ karena sistem pengumpulan datanya sama dengan analog menggunakan kabel, namun memiliki layar LCD dan sejumlah formula atau rumus digital. Speedometer ini menghindari dua kesalahan yang ada dalam analog murni. Speedometer semacam ini bisa dibeli di berbagai toko online Shopee.

Speedometer digital

Kabel diganti oleh sistem logam dan magnet, yang disebut sensor induktif, yang terletak di gearbox. Fungsinya adalah mentransmisikan sinyal yang menunjukkan perpindahan, ditambahkan ke formula digital tertentu dalam perangkat itu sendiri, dan memiliki beberapa konfigurasi yang sesuai dengan model sepeda motor sehingga presisinya semakin meningkat. Sampai hari ini, speedometer digital adalah perangkat paling tepat yang dipasang di sepeda motor serta lebih mahal daripada jenis yang lain.

Kesalahan speedometer?

Ini adalah sesuatu yang umum kita temui. Suatu ketika Anda mengendarai motor dengan kecepatan standar yang santai dan di jalan raya, tetapi kemudian Anda melihat speedometer Anda menunjukkan kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada yang asli.
Pada saat pengujian kita dapat mengamati bahwa kesalahannya tidaklah fatal, umumnya hanya menunjukkan kecepatan lebih tinggi daripada yang sebenarnya. Teknisi motor menyimpulkan bahwa kecenderungan speedometer yang semacam ini sebenarnya disebabkan oleh peraturan hukum tentang ambang batas kecepatan yang berlaku di suatu negara.
Akurasi speedometer juga tergantung pada sebagian besar faktor fisik, misalnya diameter ban. Pada sepeda motor, aspek ini dipengaruhi secara signifikan oleh faktor-faktor eksternal lain, misalnya tekanan, beban, dan suhu.
Ketika kalibrasi dan tes kalibrasi dilakukan, faktor-faktor fisik yang disebutkan di atas juga diperhitungkan. Aspek lain yang terkait dengan diameter ban adalah kenyataan bahwa pengendara seringkali mengganti ban dengan dengan diameter berbeda yang tidak sesuai standar.
Dalam pengujian ban terbaru, beberapa diameter ban belakang diuji dan terbukti secara langsung mempengaruhi performa speedometer dalam jumlah yang sama. Para produsen sepeda motor harus lebih berhati-hati dalam menentukan diameter ban belakang mereka agar speedometer bisa terbaca dengan sempurna.
Pengoperasian speedometer saat ini terdiri atas serangkaian sensor yang bekerja pada gigi transmisi atau pada cincin roda. Sensor-sensor ini mengirimkan sinyal gelombang persegi ke ECU yang menghitung kecepatan dari frekuensi sinyal. Seperti dijelaskan di atas, diameter ban mempengaruhi hasil akhir yang ditunjukkan oleh sensor. Ketika sensor berada pada gigi transmisi, inilah yang akhirnya mempengaruhi hasil yang ditampilkan oleh speedometer.
Untuk kasus seperti ini, sebuah alat telah diciptakan untuk memperbaiki perubahan yang biasanya muncul. SpeedoHealer menghubungkan kabel sensor dan mempercepat atau mengurangi frekuensi sinyal dengan mengubah pembacaan speedometer untuk mengkalibrasi ulang pada setiap kesalahan atau perubahan gigi atau ban.
Untuk sebagian besar sepeda motor yang memiliki ABS, speedometer bekerja dari sinyal yang dipancarkan oleh ABS. Untuk jenis mesin ini, tidak dianjurkan menggunakan perangkat di sensor karena akan menjadi kontraproduktif.
Dalam kasus ini ada dua hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbaikinya: Jika ECU mengirim sinyal gelombang persegi ke dasbor khusus untuk speedometer, perangkat dapat dimasukkan di sini, sebagai lawan dari kabel sensor. Dan speedometer dari beberapa jenis sepeda dapat dikalibrasi ulang dengan mere-flash ECU.

0 komentar:

Posting Komentar