Rabu, 16 Oktober 2019

Ibu Hamil Menderita Kanker, Bayi Bisa Lahir dalam Kondisi Baik-Baik Saja


Pada seorang ibu hamil, tetap terdapat potensi munculnya kanker. Perlu pemeriksaan rutin untuk mencegah perkembangan penyakit ini. Munculnya kanker saat kehamilan ini sering membuat seseorang bertanya-tanya apakah bisa meningkatkan bahaya bagi ibu dan bayi.

Menurut Konsultan Hemato Onkologi Medik Rumah Sakit EMC Tangerang, Maringan DL Tobing, kondisi tersebut sesungguhnya tergantung dari temuan kanker itu sendiri.

Contohnya adalah kanker serviks. Apabila kanker tersebut bisa dideteksi di awal, penyakit itu masih bisa diatasi.

"Tetapi kalau stadiumnya sudah lanjut, bisa kita lahirkan bayinya, tapi semoga bisa terselamatkan," kata Maringan ketika ditemui Health Liputan6.com.

Sementara pada bayi, bahaya kanker serviks saat kehamilan sesungguhnya tidak terlalu signifikan.

"Banyak kasus-kasus dilahirkan, bayinya tidak masalah," ungkapnya. Maringan mengatakan, pada ibu hamil, penyakit yang terkait langsung adalah infeksi.

Kanker payudara juga bisa terjadi di saat kehamilan. Dokter spesialis bedah onkologi RS EMC Tangerang, Pramudji Abdulgani mengatakan, belum diketahui apa penyebab munculnya penyaki tersebut.

"Kalau ibu hamil bisa saja diobati, tergantung trimester ke berapa kehamilannya. Bisa saja operasi, tergantung stadiumnya juga," kata Pramudji.

Apabila tumor memungkinkan untuk operasi, benda itu akan diangkat terlebih dulu untuk kemudian dilakukan pengobatan tambahan. Namun, apabila tidak bisa, kemoterapi boleh dilakukan saat kehamilan di masa trimester kedua.

Pada proses kemoterapi, dokter biasanya bakal memberikan obat-obatan yang aman bagi kehamilan. Salah satunya adalah proses bedah onkologi yang relatif tidak membahayakan kehamilan dibanding kemoterapi.

0 komentar:

Posting Komentar