Rabu, 19 Februari 2020

Pentingnya Broker Asuransi Untuk Usaha Kecil Menengah


Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekenomian Indonesia. Bahkan banyak pelaku UKM yang berada di daerah telah mampu bersaing di pasar domestik maupun global. Perkembangan UKM kini telah banyak berperan dalam membantu memenuhi sebagian besar kebutuhan hidup masyarakat.

Terlebih saat ini UKM mampu beralih ke sistem online, yang artinya memberikan kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk terus memasarkan produknya dengan jangkauan yang lebih luas. Meski demikian hal ini juga diiringi risiko yang kapan saja bisa terjadi seperti halnya kejahatan cyber. 
Riset NTT 2018 Global Threat Intelligence Report medeteksi ransomware meningkat hingga 350%. Sementara spyware berada di urutan pertama dalam volume malware yakni mencapai 26%. Melihat kejahatan cyber yang terus meningkat maka para pelaku bisnis dapat mempertimbangkan untuk menggunakan asuransi risiko cyber untuk bisnis yang sedang dijalankan sebagai salah satu cara untuk memiminalisir risiko kerugian secara finansial.

Dengan meningkatnya risiko cyber, maka pemilihan jenis asuransi cyber yang tepat untuk perlindungan bisnis sangatlah penting. Menggunakan jasa broker asuransi dapat dilakukan. Broker asuransi akan membantu untuk mengidentifikasi risiko sesuai bisnis usaha dan kemudian memberikan solusi untuk menentukan jenis asuransi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan risiko bisnis yang dijalankan. Berikut adalah peran dari broker asuransi untuk membantu para pelaku usaha dalam melindungi bisnis UMKM.

• Broker asuransi mewakili kepentingan klien (nasabah)
• Broker asuransi melakukan identifikasi dari kemungkinan terjadinya risiko.
• Broker asuransi membantu memilihkan penanggung (perusahaan asuransi) yang aman bagi klien (tertanggung), mempersiapkan dan membuat desain kontrak asuransi yang paling cocok dan kompetitif.
• Broker asuransi wajib memiliki afiliasi dengan beberapa perusahaan asuransi (penanggung).
• Menjembatani pemilihan dan negosiasi tingkat premi antara perusahaan asuransi (penanggung) dengan klien (tertanggung).
• Selama polis berjalan, broker asuransi wajib membantu pemegang polis atau tertanggung dalam rangka memenuhi persyaratan pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi, serta menginformasikan perkembangan status klaim atau manfaat, dan besarnya nilai klaim atau manfaat yang disetujui.
• Broker asuransi bertanggung jawab untuk menjalankan risk inspection serta administrasi program selama polis masih berjalan.
• Wajib melakukan peninjauan atas kredibilitas Perusahaan Asuransi dari berbagai aspek termasuk aspek finansial dan kemampuan/kapasitas dalam menerima risiko tertentu.

Broker asuransi yang profesional dan kompeten mampu memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM mulai dari penyelesaian masalah klaim yang berkaitan dengan polis asuransi yang digunakan. Salah satu broker asuransi terbaik di Indonesia adalah Marsh Indonesia. Dengan pengalaman yang dimiliki, Marsh Indonesia membantu klien dalam memberikan saran strategis dan solusi yang inovatif mengenai produk asuransi. Selain itu, Marsh Indonesia juga membantu mengelola risiko pada UMKM secara strategis menggunakan data dan analitik terbaru.

0 komentar:

Posting Komentar